Nicholas saputra VS kebiasaan ngiler anak saya
Sebelum saya bercerita, saya mau mengajukan dua fakta yang hingga saat ini tidak bisa dibantah.
Pertama, istri saya nge-fans berat sama Nicholas saputra. Dan waktu hamil sempat ngidam mau ketemu aktor film ada apa dengan cinta itu tapi akhirnya gak kesampaian hingga anak kami lahir.
Kedua, sampai anak saya yang berusia satu tahun selalu ngiler alias produksi air liurnya selalu berlebih, and when I said ‘berlebih’, I mean beneran berlebih (banget).
Lantas apa hubungan diantara keduanya? Menurut indoktrinasi orang-orang sekitar saya sih, anak yang ngiler tanda bahwa waktu hamil ibunya ngidam dan tidak terpenuhi.
Eniwei melanjutkan cerita, beberapa waktu lalu saya sowan ke salah satu café di kuningan. Saat sedang santai menikmati kopi tiba-tiba mata saya tertumbuk pada rak majalah di tempat tersebut. Pasalnya di jejeran majalah itu terdapat satu majalah yang cover depannya Nicholas saputra dengan pose yang lumayan keren.
Langsung saja saya teringat dengan kesukaan istri saya. Rasa iseng saya muncul, paling gak istri saya pasti seneng banget dibawain majalah itu. Syukur-syukur jadi pengobat ngidamnya yang gak kesampaian.
Baca punya baca, ternyata majalah tersebut keluar di akhir September, jadi rasanya lumayan sulit menemukan majalah itu diluaran. Sementara majalah yang ada di hadapan saya jelas-jelas di beri cap “NOT FOR SALE”. Karena itu demi istri dan anak, saya pun menyusun rencana.
Rencana A: Datang ke pengelola café dan bilang langsung kalau saya tertarik untuk membeli majalahnya.
Eksekusi A: Pengelola café tersebut menolak permohonan saya, alasannya mereka bukan penjual majalah (Dammmnnn!!!)
Rencana B: Beli obat bius di toko kimia terdekat, kembali ke café dan langsung bius pengelola café dan seluruh pengunjung yang hadir.
Eksekusi B: Rencana ini dibatalkan mengingat agak sulit menemukan toko kimia di sekitar daerah Kuningan.
Rencana C: Beli topeng ski ala penodong di film-film hollywood, beli pistol-pistolan, masuk café, todongkan senjata ke semua orang dan bilang “Majalah nicholas saputra atau mati!”
Eksekusi C: Rencana ini dibatalkan soalnya saya tidak bisa menemukan topeng ski yang matching dengan baju saya.
Rencana D: Pura-pura ke kamar mandi café, sambil nenteng majalah untuk dibaca ketika pipis kemudian dimasukan kebalik baju sewaktu keadaan aman.
Eksekusi D: Terlaksana!
Sayangnya perjalanannya tak semudah itu. Soalnya saya datang ke café itu bersama kawan saya. Alhasil postur saya rada-rada aneh ketika kembali duduk, maklum saya takut bentuk persegi panjang majalah itu nyeplak di baju saya. Atau malah lebih buruk lagi majalah itu jatuh. Digebukin massa karena mencuri sih nggak terlalu masalah. Cuma mosok, saya digebuki karena majalah yang gambar depannya Nicholas saputra sih.
“Elo ambeyen friend?” Tanya kawan saya polos karena melihat posisi duduk saya yang aneh.
“Dikit!” jawab saya cuek.
Well, untunglah majalah itu tiba selamat sampai ditujuan (Saya kasih tip rada banyak di café itu, itung-itung bayar harga majalah). Istri saya senangnya bukan main. Lantas apa anak saya berhenti ngiler?
Nggak tuh!!!!
Popularity: 1% [?]









HAHA
kudu ketemu sama yang asli baru berenti kali, om..
err.. tapi kalo udah setaun gitu umurnya paling ga bisa lagi kali ya. jalan satu2 nya yah, mencoba menerima kenyataan ini. hidup ini memang pahit, kisanak…
ya pastilah nggak berhenti ngilernya, kan waktu ibunya kepingin dah lewat.
tapi, saya salut banget sama Mas, bener2 sayang istri dan keluarga, sampai berbagai usaha dilakukan agar bisa menyenangkan istri, so sweet.
salam.
Leave your response!
Archives
Hot Topic
Recent Comments
18th May 12tolong ambilin yahoo gua yg di hack
17th May 12tolong bukain fb aq in krna lupa gimn cara bantuin
17th May 12bantuin donk kata sandi aq lupa bingung nyari bantuin aq penting niank buat aku . . . .
14th May 12Wuiiih canggih banget sampe kayak naik beberapa kuda gitu ^_^
Tukeran link yuk!
(Masukan blog kamu disini!)