Home » featured, Opini

Menentukan jarak hidup dan mati!

6 January 2011 28 Comments

Taukah kamu bahwa Lady Diana meninggal karena kecelakaan ketika ia berada dalam mobil Mercedes Benz serie S yang pada tahun itu memperoleh gelar kendaraan paling aman di dunia? Ingatkah kamu bagaimana Norick Abe pembalap kelas bergengsi motogp, meninggal dengan helm dan jaket lengkapnya akibat bertabrakan dengan truk?

Yup, ini sebuah fakta yang tidak bisa kita pungkiri. Seberapa kuat seatbelt mobil kita dan seberapa presisi waktu membuka airbag kita, semua tidak berpengaruh banyak jika kita sudah menabrak dinding pembatas jalan secara frontal. Sehebat apapun penguasaan kita membawa motor layaknya Abe, seberapa kuatnya helm SNI kita dan seberapa tebalnya jaket kulit kita, tidak akan bisa melindungi jika kita sudah ada di kolong truk tronton.

Lantas apakah yang bisa membedakan antara “mengalami kecelakaan lalu lintas” dengan “selamat sampai di rumah”? Unsur safety riding ini bisa kita sebut dengan kode “jaga jarak”. Gaya berkendara dengan menjaga jarak aman ini lah yang bisa menyelamatkan kita dari kecelakaan maut.

Kalau begitu sebesar apa jarak yang harus kita jaga ketika kita sedang berkendara? Perhitungan ini melibatkan banyak unsur yang rumit. Misalnya saja, ada yang namanya “waktu reaksi” yang menentukan kemampuan orang untuk bereaksi (menginjak rem, menghindar,dll). Nilainya berbeda-beda tergantung kondisi fisik seseorang. Namun kita bisa menggunakan angka 2-3 detik untuk rata-rata kemampuan bereaksi.

Lalu kita harus memperhitungkan kemampuan berdeselerasi kendaraan kita. Ini dipengaruhi jenis kendaraan, bobot kendaraan, kondisi rem, kondisi ban, kondisi jalan, dll. Namun kita juga bisa menggunakan nilai rata-rata 6 m/s untuk sebuah kondisi yang ideal.

Kemudian mau diapakan angka-angka ini? Untuk menghitung jarak ideal berkendara kita harus mengkonversi kecepatan dari Km/jam menjadi Meter per detik. Nantinya kecepatan dalam meter per detik itu kita bagi dengan nilai deselerasi (6 m/s).Nah, kemudian masukan ke rumus ½ kali kecepetan dalam meter per detik kali hasil perkalian meter per detik bagi deselerasi. Jika sudah mendapatkan hasilnya tambahkan dengan nilai kedua yang merupakan hasil perhitungan kecepatan meter per detik dengan kemampuan bereaksi.

Rumus menjaga jarak

Rumus menjaga jarak

Hah? Apaan sih gak ngerti deh? Mosok nyemplak motor aja susah banget pakai hitungan matematika fisika segala? Hehehe…tenang saja kawan-kawan. Saya sudah masukan hitung-hitungan itu ke dalam sebuah file excel yang bisa di download disini.

Dalam file itu saya menyediakan berbagai kondisi, mulai dari jenis kendaraan (mobil atau motor), cuaca (cerah atau hujan), hingga waktu berkendara (siang atau malam). Silahkan dipilih kondisinya dan di bagian atas kawan-kawan tinggal memasukan kecepatannya. Di kolom paling bawah akan langsung muncul berapa jarak ideal yang harus diatur sesuai kecepatan, jenis kendaraan, cuaca dan waktu agar kita terhindar dari kecelakaan fatal.

Terus mosok saya harus bawa-bawa file excel tiap mau nyemplak motor? Jelas bukan itu fungsi file ini. Perhitungan yang sudah saya buat itu untuk dipelajari dan dipahami. Kita bisa berasumsi berapa kecepatan rata-rata yang sering gunakan. Lakukan berbagai simulasi dengan file ini. Nantinya jika kawan-kawan terjun untuk berkendara di jalan, ingatlah hasil perhitungan excel ini, dan gunakan perhitungan jarak itu untuk memantau kendaraan di depan.
Mari berkendara dengan aman!

PS: buat yang punya kawan suka ngebut dan nempel-nempel mobil orang di jalan, kasih file ini ya, suapaya bisa dipelajari juga :D

Sumber rumus hitungan: How to calculate braking distance, car stopping distance

Popularity: 1% [?]

28 Comments »

  • depz said:

    keren!!

  • gardino (author) said:

    Maksudnya yang nulis keren ya Depz? Wekekeke….

  • Dessy said:

    ha3x… sangat matematika sekali………………..

    hati2 aza mas… jangan grasa-grusu, sradak-sruduk…
    kalau kita sudah hati2 tapi masih kena musibah?…

    itu namanya d’Nasib ^^

  • gardino (author) said:

    Betul mba…yang penting kita sudah usaha, mau tahu jarak aman berapa, di aplikasikan ketika berkendara. Hasil akhir celaka atau nggaknya udah perkara yang Maha mengatur… :D

  • ruanghati said:

    kerennnnnnnnnn….

    moga dapet BB ya hehehe …

  • dyth said:

    Wah, punya bakat jadi guru fisika. Ayo dong, ndaftar jadi guru trus ikut mensukseskan Pendidikan Nasional Berlalu Lintas. Banyak pahalanya. He he….
    Salam dblogger, man…..

  • gardino (author) said:

    @ruanghati: wekekeke…amin…

    @dyth: hehehe…nggak koq, belum pantes jadi guru fisika atau matematika. Karena rumusannya ditemuin sama orang lain seperti sumber yang disebutkan di bawah. Saya sih cuma menambahkan beragam kondisi dan variasi hitungan serta memasukannya dalam format excel supaya lebih mudah digunakan saja. :D

  • roit said:

    wah ternyata ada perhitungannya ya? aku baru tau hal ini. sip sip

    btw, kecelakaan lalulintas dipengaruhi banyak faktor, salah satunya pihak pengguna lain. jadi bisa saja kita sudah ekstra hati2, mengatur jarak yang aman namun ada pengemudi mabok yang ugal2-an yang kemudian nabrak kita kan? :) ;)

  • Ikiyo said:

    Begitu rupanya..
    Mumet ah.. :)

  • gardino (author) said:

    @roit: betul sekali, karena itu perhitungan cermat macam begini yang berusaha meminimalisirnya. Misalnya saja jika kita menjaga jarak aman dengan mobil di depan kita. Seandainya dia mabok dan menabrak trotoar menyebabkan kehebohan di jalan, setidaknya kita masih punya cukup waktu dan jarak untuk bereaksi. :)

    @ikiyo: huehehe…ini saya udah coba permudah koq… :D

  • rice2gold said:

    safety riding akan terjadi bila “sesama pengendara” memiliki pemahaman yang sama dan attitude berkendara yang baik, selama itu belum mencapai puncaknya akan tetap kita saksikan statistik “kecelakaan” setiap tahunnya. Ini diperparah oleh institusi yang seharusnya menjadi gerbang akhir dari safety riding (ingat bukan gerbang awal) malah menjadikannya sebagai ladang mata pencaharian.

  • gardino (author) said:

    @rice2gold: sepakat sob…memang ini harusnya “uji ilmu safety riding” dimulai dari ketika calon pengemudi atau calon pengendara hendak mengambil surat ijin mengemudi

  • INIFU said:


    Jika setiap pengendara selalu menerapkan safety riding, kecelakaan pasti semakin berkurang.

    Ditunggu kunjungannya…

    1. Utamakan Safety Riding Untuk Keselamatan Bersama
    2. Jaga keselamatan Anak Dengan Safety Riding

  • siti said:

    dua jempol buat bapak ini deh…udah kebukti kl disetirin mobil or ngojek pake motor terasa aman dan nyaman bgt dah….^_*

  • Om satrio said:

    Sangat berguna nih. Salah satu usaha/ikhtiar kita utk jaga keselamatan diri kita dan sesama pengguna jalan yg lain. Saya yakin banyak diluar sana yg menyepelekan hal ini, padahal kalo pada memperhatikan ini mudah2an angka kecelakaan akan berkurang, ..salah satu hal yg sering kita perhatikan di jalan adalah kita orang kadang2 lebih memilih ‘lebih cepat dikit’ sampe ke tempat tujuan dari pada memikirkan nyawa/keselamatan diri kita.. Nah boro2 akan mikirin nyawa/keselamatan orang lain..

  • Rosa said:

    Wah gimana ya Za,abis serba salah kalau dijalan kalau gak ngebut di klakson sama mobil lain,apalagi sama angkutan umum malah di kasih lampu segala gimana dong…

  • amin said:

    keren bro,
    ternyata bisa dihitung pake rumus jg yaa..

    salut

  • embi said:

    kerenn..kerenn..ide tulisannya keren !!!
    jadi inget pelajaran pertama kursus nyetir: jaga jarak aman!!!
    harusnya smua orang baca dulu tulisannya Gardino ini sebelum nyetir ato bawa motor biar pada lebih aware..eh dijadiin referensi bacaan aja di sekolah-sekolah/kursus-kursus nyetir, pasti lebih keren…

  • trik komputer dan internet said:

    tulisan yang keren, mudah-mudahan membawa keselamatan di jalan buat kita bersama.

    Salam kenal, baca juga yang ini :

    http://trikkomputerdaninternet.blogspot.com/2011/01/berburu-google-chrome-offline-bagi-yang.html

  • si Tio aja dh said:

    percuma ajah kalo di negara kita ini, rata2 yg punya SIM hasil NEMBAK..

    naek motor/mobil cm pake feeling..

    ayo teruskan bung Eja, saya dukung trit ini smoga jd HT !!!
    (halah, ky di forum sbelah)

  • sibair said:

    ini lomba safty ridding itu ya :D wah sukses ya mas.. btw themesnya keren… sama kayak detik :D

  • dblogger said:

    Postingan anda sangat menarik dan inspiratif. Terima kasih partisipasinya mengkampanyekan Safety Riding & Driving.
    Selamat postingan ini termasuk 30 nominasi unggulan Lomba “Blogger for Safety Riding”

  • imroee said:

    kayaknya filenya cocok juga buat dikasih ke petugas lalu lintas biar bisa menegur para pengendara yang bepotensi menyebabkan kecelakaan.

    bwt, tampilan blognya keren bangetz! Benar2 mirip detik.com.

  • halobro said:

    makasih tipsnya kawan. makasih jg dah main ke t4 ku. salam.

  • Suami Kece said:

    sepertinya ini skripsi yg di tuangkan dalam blog.:)

  • ioneday said:

    Takdir adalah peta kehidupan setiap manusia dimana manusia itu di ciptakan, dan hidup didunia.

    Mati vs hidup ? Adalah dua bagian yg tak akan terpisahkan . .

  • ioneday said:

    waw. . UseFUL

  • Dinar said:

    Heemm… Fisika bgt!!!
    Tapi,,, boleh juga, walaupun kita punya perhitungan-perhitungan seperti di atas. Tak harus selamat dengan perhitungan tersebut, tetapi juga harus ekstra hati-hati, mengingat risiko kecelakaan bukan hanya dari kita sendiri. Karena bisa saja kita ekstra hati-hati tapi ada kendaraan/ orang lain yang terjatuh dan mengenai kita. Heemm… intinya juga harus hati2 dunk….

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


Copyright © 2010 anakkrim.info | The Detikclone theme is clone from detik.com by Me