Home » Opini

Lumpur Lapindo dan Kegantengan saya

1 October 2009 8 Comments

Malam tadi saya kebetulan nonton tivi, tepatnya acara kick andy di metro tv. Temanya tentang lumpur lapindo. Diulas tuntas mulai dari mereka yang rumahnya terendam, kepala desanya, sampai ahli sosiolog dari UI. Apa yang dibicarakan?

Intinya menurut sosiolog UI peristiwa lumpur Lapindo itu di mata internasional adalah sebuah kejahatan korporasi dan bukan bencana alam. Kehidupan para warga sidoarjo lenyap seketika. Ada ibu-ibu yang terpaksa jadi tukang ojek untuk menghidupi anaknya karena ditinggal mati suaminya yang stress memikirkan rumahnya yang hilang.

Ada bapak dengan 11 anak yang belum dibayarkan ganti ruginya. Anak-anak putus sekolah, banyak pengangguran yang akhirnya kerja serabutan, tempat pengungsian yang tidak layak. Dan sejumlah fakta lain yang menyayat hati yang dikarenakan tidak adanya iktikad baik pihak Lapindo untuk membayarkan ganti rugi. Saya pun mengumpat-ngumpat waktu menontonnya saking kesalnya.

Setelah acara kick andy selesai, Metro TV menayangkan liputan pencalonan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Golkar yang masih bersaing dengan calon lain macam tommy soeharto dan aburizal bakrie. Karena malas nonton soal politik saya pun ganti channel, yang kemudian berakhir di channel TVone.

Kebetulan pas di TVone ditayangkan juga liputan tentang lumpur Lapindo. Saya pun menyimak dengan serius. Diberitakan bahwa PT. Lapindo sudah beriktikad baik membayarkan cicilan ganti rugi. Semua sudah dijadwalkan dengan baik. Para ahli geologi sudah menyatakan bahwa Lumpur Lapindo adalah bencana alam dan bukan kesalahan prosedur pengeboran. Para korbannya kini hidup layak dan bahkan lebih baik dari sebelum terkena lumpur. Mereka tinggal di perumahan yang cukup nyaman dan terjamin. Ditambah pula Emha Ainun Najib yang mengomentarai bahwa Lapindo kini sudah melaksanakan kewajibannya.

Saya pun lantas mikir, ini koq satu hal yang sama tapi beritanya bisa bertolak belakang 180 derajat begini yah? Gimana Ceritanya? Tak lama kemudian setelah liputan Lumpur Lapindo selesai, Tvone menayangkan berita pencalonan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar.

Hmmm, saya pun terus mikir, jadi ini yang bener yang mana? Sambil mencoba merekonstruksi semuanya:

1. Surya Paloh jelas bosnya MetroTv
2. Setelah Lativi dijual dan berganti nama menjadi Tvone, kabarnya Aburizal Bakrie menjadi pemiliknya lewat sosok Anindya Bakrie.
3. Lapindo selalu dikaitkan dengan Aburizal Bakrie
4. Surya Paloh dan Aburizal Bakrie Sedang Bersaing menjadi Ketua Umum.

Huehehe, saya pun langsung berkesimpulan. Kalau saya punya duit, saya akan membangun stasiun televisi. Nantinya akan ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa saya si pemilik blog anakkrim.info ini adalah orang yang super duper guanteng bin cakep. Seandainya ada yang protes bahwa berita kegantengan saya itu tidak benar, seluruh menajemen televisi saya itu akan menjawab:

“Ah…itu khan cuma masalah sudut pemberitaan saja! Ganteng itu relatif koq!”

Popularity: 2% [?]

8 Comments »

  • adin said:

    kampanye menggunakan penderitaan orang…kampret!!!

  • aRuL said:

    blog juga media kan :D hehehe

  • boyin said:

    oh itu mah bukan rahasia umum…makanya orang besar selalu mau mengontrol media kecuali mau sembunyi terus kayak keluarga gudang garam misalnya.

  • yak said:

    wew, berbagai olahan media massa..

  • Joko said:

    Ulasan anda menarik. Paling tidak cukup mewakili orang diluar korban Lapindo yang tidak tahu persis seperti apa dan mungkin hanya tahu dari Media yang kadang sudah tidak obyektif lagi dalam memberitakan karena banyaknya kepentingan.

    Namun apa yang saya tulis dan mungkin sudah anda baca di blog saya adalah real yang saya alami. Ada yang sudah diganti rugi memang, salah satunya seperti saya, tapi juga ada yang belum dan nasibnya menderita sampai sekarang.
    Thanks sudah berkunjung ke DIPTARA blog

  • boneth said:

    wah.. saya malah baru tau klo ternyata setasiun2 televisi ituh milik mereka.. huff.. bener doms.. media pun sdh tak obektif lagi memberitakan berita klo bgini caranya..

  • yunaelis said:

    huahahahaahhaaha., ternyata si abang merhatiin isu ini jg toh..
    saia sih langsung ngantuk begitu liat mereka sedang bersaing plus semua branding2 mereka di tipi…
    :’(

  • sigit said:

    BETUL OBJEKTIVITAS BERITA PATUT DIWASPADAI… WASPADA!!!

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.