Home » Ocehan

Banyak anak banyak rezeki?

1 December 2009 29 Comments

Tahu pondok indah? Meskipun saya sudah lama tinggal di dearah metropolitan tapi terus terang baru kemarin saya bisa masuk ke rumah yang berada di salah satu kawasan paling elit di daerah Jakarta itu.

And when I said elite, I mean elite! Begitu masuk saya sudah bisa melihat jajaran mobil mewah di garasi mulai dari Ferrari, Porsche, sampai mobil yang sangat jarang ada di Indonesia macam Ariel Atom. Ndak tahu mobil yang namanya ariel atom? Nih gambarnya!
atom
Setelah itu mata saya langsung menangkap kolam berbentuk persegi panjang yang cukup dalam. Di sana berkeliaran kurang lebih 30 ikan yang harga satuannya lebih mahal dari motor yang saya bawa.

Rumahnya sendiri bertingkat empat dengan satu basement. Jangan tanya deh gedenya, gede banget! Untuk menjaga rumah itu dan isinya diperlukan sedikitnya 9 pembantu rumah tangga, 3 supir, 2 satpam. Gimana bayar gajinya coba?

Isinya gimana? Minimalis atau dengan kata lain harganya mahal. Ada pengalaman norak ketika saya mencoba untuk buang air kecil di kamar mandinya. Saya tidak berpikir bahwa orang kaya itu suka membuat ribet dirinya sendiri, jadi saya cuek ajah langsung masuk ke kamar mandi. Dan melakukan aktivitas seperti biasa. Ketika mau nge-flush, saya bingung koq gak ada tombolnya. Tapi juga ndak tersiram secara otomatis. Dah gitu gak ada bak mandi pula??

Lama juga saya cari-cari seputar closet itu. Di atas gak ada, di samping gak ada, saya pun sempet ke kolong closet gaka ada juga. Sampai akhirnya saya nyerah. Buka pintu sedikit, keluarin kepala dan dengan malu-malu saya bertanya dengan empunya rumah.

“Ehmm…tante…ini buat nyiramnya yang mana yah?” kata saya malu-maluin.

“Oh itu yang di tembok betuk segitiga warna logam” kata empunya rumah sambil senyum-senyum.

“Oh…iyah…”

Saya pun kembali masuk dan ternyata, itu toh tombolnya soalnya saru sama karakter dindingnya. :D

Ketika pulang saya dan istri sibuk membahas kehebohan rumah itu dan isinya. Kami pun sibuk membanding rumah pondok indah itu dengan rumah kami. Rumah itu “rumah minimalis” sementara rumah kami”Minimal rumah” alias udah untung ada tempat berteduh.

Istri saya: “Apa rasanya ya Yah punya rumah segede itu?”

Saya: “Ya enak lah!”

Istri saya: “Kita bisa gak kayak gitu ya yah?”

Saya optimis ajah, tapi juga ndak mau istri saya larut dan bersedih dengan kondisi kami yang sekarang. Saya pun putar otak mencari kelebihan kami.

Saya: “Kita gak pernah tahu rezeki, mungkin ajah bisa! Tapi toh mereka sekarang gak punya apa yang sudah kita punya!”

Istri saya: “apaan yah?”

Saya: “Anak!”

Istri saya: “Iya sih, tapi katanya banyak anak, banyak rezeki…berarti kalau kita punya anak dan dia nggak khan berarti harusnya duit kita lebih banyak dari mereka!”

Saya: “Konsep yang kita pahami itu salah. Maksudnya banyak anak banyak rezeki itu bukannya anak pasti bawa rezeki seperti yang kita pikir. Tapi si anak itu sendiri yang merupakan rezeki buat kita. Biar pun kaya, dia gak bisa khan merasakan melahirkan seperti bunda. Suaminya ndak bisa merasakan main-main hujan sama anak kayak ayah, dia gak bisa merasakan bahagianya di doakan anak yang ngomong ajah masih cadel, itu semua yang dimaksud rezeki. Jadi keberadaan si anak itulah yang dimaksud rezeki! Kalau disuruh tuker sebagian hartanya dengan kehamilan ayah rasa mereka juga mau”

Istri saya larut dalam pikirannya sejenak.

Istri saya: “bener juga sih yah, tapi itu bukan alasan ayah aja karena kita gak bisa punya rumah di Pondok Indah khan?”

Saya: “ya…itu juga sih…ngeles dikit khan gak papa bunda…”

Saya pun tersenyum getir (soalnya terus terang saya juga mikir, saya pasti keren tuh kalau ketemu temen di jalan lagi naik mobil Ariel Atom)

Popularity: 5% [?]

29 Comments »

  • mata said:

    saya lom pernah ke pondok indah. saya tahunya dari judul film horror

  • gardino (author) said:

    @mata:oh iya yah…dulu ada film judulnya rumah pondok indah

  • Blogger Ingusan said:

    Melihat kelebihan orang gak ada salahnya Ayah, agar jadi motivasi ayah bisa bekerja lebih keras untuk mencapai keberhasilan yg diinginkan ya gak? :-)

  • bidan desa said:

    anak adalah karunia yang paling terindah, tapi kalau sudah di kasih anak ya harus di jaga dan didik dengan sebaik-baiknya…….mungkin disana barisan konglomerat ya mas…. duhhh belum kebayang nich…

  • zee said:

    Ukuran kesuksesan orang itu beda-beda ya. Ada yang punya 1-2 mobil saja dibilang sudah sukses, tp ada juga yg punya mobil mewah aneka merk yang tak pernah didengar itu baru dibilang sukses, dan ada juga yg punya rumah sendiri, itu adalah sukses.
    Intinya sih bersyukur saja, dengan apa yg diberikan pada kita.

  • idana said:

    kalo gitu nanti mau bikin banyak anak aah…biar banyak rejekinya :D

  • bandit said:

    hahahaha….

    tersenyum getir ya…

    kalo saya mah, asal rumahnya nyaman dan ya enak ditinggali ya gak maslah lah..

    *gila ikan itu, lebih mahal dari motornya? ckckckckc,

  • boyin said:

    sebenarnya sukses itu emang orang lain yang ngomong, terkadang yang kaya kayak mas bicarakan itu ngerasa diri mereka biasa2 aja…saya 2 tahun gak sakit aja udah ngrasa sukuuuur banget

  • hpnugroho said:

    bener mas, rejeki itu bukan cuma materi, kebahagian bersama anak-anak adalah sebuah karunia yg tidak bisa diukur harganya …

  • Halaman Putih said:

    Kalau kita reuni dengan teman2 lama selalu aja yang ditanyakan adalah mana istrimu,berapa anakmu bukan berapa hartamu, banyakkah rekening tabunganmy???

  • quinie said:

    ga semuanya dilihat dari materi :)

  • Uchan said:

    Zaman sekarang serba bergeser. Semua soal duid. Pepatah orang tua banyak dilanggar :mrgreen:

  • Zico Alviandri said:

    Hehe… rezeki bukan cuma harta dan rumah doang kok. Setiap hal yang membuat kita bahagia, itu lah rezeki yang kita miliki yang patut disyukuri :)

  • mandor tempe said:

    ayo pasti bisa. Kalau berpikir pasti bisa minimal akan ada usaha dan cara-cara yang akan dikerjakan untuk mencapainya. Kalau masih berpikir kapan ya, kapan ya, maka efeknya adalah tidak melakukan sesuatu apapun.

  • antown said:

    woh, itu mungkin mobil koleksi yg tak kan pernah kluar jalan. sya yakin deh …

    hmmm jadi kepingn juga masuk rumah itu seprtinya kayak rumah di sinetron aja. ah syaa ikutan norak pula

  • yunaelis said:

    wah., rumah temennya ya om??

    weh., pasti keren banget..
    bayar listriknya bisa jadi segede gaji saia, bisa jadi lebih..:D

  • haris ahmad said:

    banyak anak banyak rejeki
    amin

  • Deka said:

    Gak enak kalo menurut saya hidup kayak gitu, gak ada rasa kekeluargaan di lingkungannya. Karena masing-masing memikirikan diri masing-masing. terlalu individualis menurut saya mah. Just My Opinion.

  • ian said:

    hm, pondok indah…

  • ian said:

    banyak anak banyak rezeki…

    tapi aku rasa susah banget ntar ngurusnya kalo gag ada niat ;)

  • yayat38 said:

    salah satu kebahagiaan adalah kebebasan dalam berkumpul dengan masyarakat dan keluarga. ….
    Ih serasa di facebook dan baca tulisannya jadi kangen Jakarta he he.

  • T. Wahyudi said:

    nanti ketemu hantu pondok indah….. serem…. he….

  • belajar blog said:

    bener juga tuh tapi kalau pnter ndidik om…hajar kontesnya om pasti bisa

  • H said:

    Bisa gak balance? kaya ada, anak ada, lengkap ada :D

  • bundadontworry said:

    ukuran sukses dan kebahagiaan itu berbeda2, walaupun kita tdk seberuntung mereka yg tinggal di pondok indah, namun kita tetap punya kebahagiaan indah yg memenuhi hidup kita dgn selalu bersyukur.
    salam.

  • wi3nd said:

    sinawan9 pandan9 sob,keliatannya enak,punya rumah mewah dan blaa.. blaa..
    tapi kita nda pernah tahu hatinya,yahkan..
    syukuri sajah untuk hidup ini & apa yan9 kita punya..

  • ping ! said:

    … anak nggak bisa ditukar dengan harta apapun …

  • Denny said:

    bener mas, rejeki itu bukan cuma materi, kebahagian bersama anak-anak adalah sebuah karunia yg tidak bisa diukur harganya …

  • Denny said:

    Thanks

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.