Pembunuh itu akhirnya bunuh diri!
Pernah membayangkan jika kamu ingin bunuh diri tapi tidak sanggup untuk menghabisi nyawa sendiri? Mungkin takut, tidak tahu caranya, takut tidak langsung mati, dan sebagainya. Lantas apa yang dilakukan? Cara termudah adalah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh diri kita sendiri!
Inilah konsep yang ditawarkan oleh situs suicidemachine.org. Mereka memberi pelayanan untuk mereka yang hendak bunuh diri! Bunuh diri macam apa? Bunuh diri di dunia maya, tepatnya di jejaring sosial. Terdengar konyol? Bukannya tinggal pencet delete account dan beres? Mungkin, buat mereka yang belum paham iya!
Tapi tahu kah kamu ketika misalnya kita menghapus account kita di facebook, twitter dan jejaring sosial lain data kita tidak benar-benar terhapus. Data itu hanya tidak bisa muncul dan diakses oleh orang manapun, tetapi sesungguhnya masih bersemayam di database pemilik jejaring sosial bersangkutan macam facebook.
Buat pengguna wordpress self hosted pasti paham istilah ini. Karena jika kita hapus komentar (misalnya komentar spam) diblog kita, kemudian kita tengok ke database kita maka kita akan menemukan data komentar itu masih ada disana. Hal yang sama belaku pula dengan facebook dan kawan-kawan. Data kita tetap bersemayam disana dan bisa dipanggil sewaktu-waktu oleh si pemilik jejaring sosial. Layanan ini bertujuan untuk menghapus semua data itu. Kenapa layanan ini bisa ada? Saya akan coba kutipkan dan terjemahkan bebas dari web mereka:
“Sudah lelah dengan dunia jejaring sosial? Bebaskan dirimu! Hapus semua profil jejaring sosialmu yang sudah menghisap seluruh energimu. Lenyapkan semua kawan-kawan virtualmu, singkirkan bentuk lain dirimu di dunia maya. Bukankah waktumu begitu berharganya? Berapa banyak orang yang sudah tidak kamu perdulikan lagi? Mau kembali bertemu dengan tetanggamu lagi di dunia nyata? Mau kembali memperoleh kehidupan nyatamu? Bunuh dirimu di dunia maya! Semoga kamu tenang di alam nyata!”
Kira-kira begitulah kampanye yang digaungkan. Lalu bagaimana cara kerjanya? Kita harus mengisikan username kita dan password milik kita di tempat yang disediakan ditambah juga kata-kata terakhir sebelum bunuh diri. Selanjutnya tinggal klik commit, dan sistem suicidemachine akan mendobrak database facebook, twitter atau jejaring sosial lain dan menghapus data milik kita. Dan kita pun mati!
Tertarik untuk mencoba? Sayangnya sudah tidak bisa lagi. Semenjak tanggal 18 Februari 2010 kemarin, web ini sudah menutup layanannya. Penyebabnya adalah karena adanya tuntutan dari pihak facebook untuk mereka supaya menghentikan aksinya. Jika tidak menghentikan layanan akan dituntut ke pengadilan.
Pengelola suicidemachine.org ini merasakan adanya ketidakadilan. Facebook dan kawan-kawan bisa mendepak siapa saja dari jaringannya jika melanggar ketentuan mereka, sementara kita sebagai user bahkan tidak bisa membunuh diri kita sendiri secara total, bahkan jika kita memang menginginkannya. Mereka muak dan karena itu suicidemachine.org justru memutuskan untuk pamit, dan melakukan bunuh diri! Semua pesan bunuh diri itu tercantum ketika kita baru masuk halaman pertama situs mereka. Si pembunuh itu akhirnya bunuh diri!
Saya sendiri jadi merenung dengan pesan-pesan yang disampaikan mereka. Maklum saya kini menggantungkan hidup dari dunia maya. Jam demi jam saya habiskan di depan laptop. Berapa banyak waktu saya yang sudah dihabiskan? Apakah saya sudah mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan dunia maya ini? Apakah saya justru melupakan segala hal dikehidupan nyata dan menyianyiakannya?
Bagaimana dengan kamu? Kapan terakhir ketemu sahabat? Masih ingat nama tetangga sebelah rumahmu? Sudah telpon orang tua yang menanti kabar kamu?
Hhhh…saya sih belum berani bunuh diri…saat ini saya cuma mau istirahat sejam dua jam…menemani istri dan anak saya tidur! Selamat malam kawan! Have a nice rest!
Popularity: 2% [?]










Hanya sebuah pelarian, kesibukan di dunia maya saya biasanya berbanding terbalik dengan aktivitas dunia nyata. Zielig, kata kumpeni
Patut untuk direnungkan,eksistensi didunia maya jg sampe menghilangkan kehidupan sosial qt didunia nyata.
@wongiseng: syukur kang kalo masih bisa menjaga keseimbangan.
@R2G: yah…cuma sekedar introspreksi diri sendiri saya aja sob…
wah dituntut??? serem juga….
facebook monopoli donk!
wah saya masih belum mau bunuh diri di dunia maya
abis dapet duit sih
@Kuta kharisma: yah…hampir semua layanan begini sih…padahal itu khan data kita yah?
@fanz: bagi-bagi dounk bro…
kok gambarnya boneka sih…bukan manusia..hahaha
kunjungi blog ku ya jangan lupa beri komentarnya
kampanye situs itu seru juga yah. apalagi sampe bilang “saatnya kembali ke dunia nyata”
eh.. iya.. saya sudah addicted to internet..
tapi ga mau bunuh diri dulu ah…
@deekkyy: Kalo manusia kelewat serem ah…
@ais ariani: supaya kita ndak lupa juga sama yang belum tersentuh internet. Jangan cuma sosialisasi sama yang udah punya account facebook atau twitter ajah…huehehe…
@ninit: saya juga ndak mau…
Kalau nggak salah aku juga baca ulasan ttg situs bunuh diri itu di Majalah TEMPO beberapa waktu lalu..
Kupikir, tindakan seperti itu too much.. yang betul justru gimana kita mampu berjuang untuk menyeimbangkan waktu antara nyata dan maya saja
@DV: yup…beberapa kali pernah dibahas mas…cuma akhirnya mereka sendiri yang malah memilih untuk bunuh diri…
wah… kesian si tukang bunuh itu bang,,, wkwkk…
tapi ngomong2, data2 spam di blog wordpress self hosting tuh yang mana ya bang?? banyak spam di blog aku. mau hapus juga buat bersih2 hosting… nice post
aduh kasian itu gambar bonekanya.. sayang bgt..
:p
sepertinya naif banget, kalo situs jejaring sosial macam Facebook memberikan pelayanan yg begitu lengkap, tapi tanpa punya maksud apa-apa. Pasti ada apa-apa dibalik itu semua, yaitu informasi diri kita dan apa yg kita lakukan.
@antokoe: iya sih mas…tapi seharusnya kalo kita dah memilih untuk gak join lagi, data kita sudah sewajarnya dihapus total dan tidak disimpan lagi.
infonya keren
tapi bagus juga ga da lagi itu— soalnya serem juga kalo akun or info kita masih kesimpen..
facebook… ada aja hal baru yang terjadi
@septirani: loh justru…akun dan info kita jadi masih kesimpen dengan ditiadakannya si suicidemachine itu…
Hmm…
Ya mungkin cukup dgn berhati2 saja dlm mengisi data2 pribadi kita di tiap akun.
Tapi……. saya ga tau lho nama tetanga saya
kalo dah tahu…kenalin ke saya ya mba…(*apaa coba??…wkwkwk)
Wew…keren Blognya sob, Sallam kenal dulu aja deh. kunjungan pertama neh
Jejaring Sosial seperti Facebook, Twitter dan kawan-kawanya, kata kawan saya: “Bisa mendekatkan yang jauh tapi juga bisa menjauhkan yang dekat”
Itulah kenyataannya, kecuali bagi orang yang bijak menggunakan seperlunya aja dan tetap menjaga keseimbangan antara keduanya.
duh-aduuuh.. menohok sekali tulisannya.. apa lagi kata2 yg ini:
“Bukankah waktumu begitu berharganya? …… Bunuh dirimu di dunia maya! Semoga kamu tenang di alam nyata!”
*padahal saya baru aja kenal si maya…
– jd bikin introsepksi nih..
Iyah yah… mungkin dengan demikian data2 kita akan lebih aman dengan tidak bercokol di database mereka hehehe *apa coba?*
met long wiken!
… suka fotonya …
qiqiqiqi
mungkin karena kita berusaha bersosialisasi dg temen yg jauh (bahkan di negeri antah berantah) sehingga melupakan temen yg ada di sekitar kita.. just my opinion..
wah ga mau deh bunuh diri, ntar ga eksis lagi dunk. walau cuma di dunia maya, wah saya barusan sms sma ibu di kampung baru tadi malem jalan bareng ma sahabat. So, ga ada masalah sebenarnya. Cuma masalah managemen waktu, dan hati-hati masukin konten or pilih2 teman di dunia maya. hehe
mungkin facebook masih beranggapan bahwa situs mereka masih menjalin pertemanan (dan itu tujuan utama diciptakan). Namun banyak sekali hal-hal yang dirasa tidak algi membutuhkan data-data online itu diaksesoleh orang sehingga memerlukan bunuh diri. Ahh bagaimna ini, saya jadi bingung. yang pasti harus imbang antara dunia nyata dan dunia tidak nyata.
Bener2 beberapa langkah lebih maju
di Indonesia soal dunia maya ini baru dimulai
sayang bgt kalo layanan itu harus bunuh diri…minimal ada solusi buat membunuh accountⁿ kita di dunia maya…
kunjungan pagi…
salam, ^_^
Saya setuju dg pendapat mandor tempe, tapi rasanya kita harus bijak dalam menggunakan situs² yg ada di dunia maya..
nice info
saya juga salah satu yg suka melakukan bunuh diri di dunia maya, tapi ternyata DB masih ada?? hwaaaa….sama aja mati suri namanya yah hehehe..
weladalaahh…. aslinya memang harus didukung Kampanye Bunuh Diri itu ya Mas.
Lha coba tengok, semakin hari semakin banyak korban dari situs jejaring sosial, tanpa pandang bulu
kucing, bebek, menthok, ayam, de-el-elMereka seolah-olah menjadikan jejaring sosial sebagai kamar pribadi yang terkadang bebas untuk diintip setiap orang. Bahkan tidak sedikit yang bercumbu dalam jejaring sosial.
Kemanakah norma-norma yang ditanamkan oleh orang tua, guru, dosen, kiai dsb? ( ngumpet kali Mas
)
Dan memang, tidak sedikit pula yang terbantu dengan adanya jejaring sosial.
Hhhh… bingung Mas. Tapi semua kembali pada diri sendiri. Harus bisa mengontrol, mana yang layak dan mana yang harus ditinggalkan. Dan hwadoohhh… komengku kebanyakan ya? Muup Mas
yaaahhh.. padahal baru saya mau coba tuh mesin bunuh dirinya..
ternyata dah ndak bisa..
waktu yang sering saya sia2kan adalah waktu untuk bersih2 *rutinitas ibu2 bangett* jadi waktu untuk cetting dan browsing nggak jelas
wah wah.. ternyata ada jugqa ya…
bunuh diri..?? tapi ntar kalo kepengn lahir kembali, hahahah!
hhmm… saya belum mau bunuh diri ah…
Keseimbangan itu perlu Sob, kita memang perlu internet, tapi janganlah kita melupakan bahwa ada dunia nyata yang sebenarnya lebih asyik daripada ‘jamuran’ di depan laptop ato kompie
…
ho oh, gw juga belom berani bunuh diri dari pesbuk, baru resign secara bertahap
heheheh
mantep2
berkunjugn
eh, saia baru tau ada ya situs yang mau “berbaik hati” menawarkan hal yang “emank diperlukan beberapa orang”…
Tapi sayang, mesti mengorbankan drinya sendiri…
Leave your response!
Archives
Hot Topic
Recent Comments
4th Feb 12lama tidak berkunjung kesini..... pengendalian diri... gitu ya mas intinya... jabat erat selalu
3rd Feb 12tank yuo sir
3rd Feb 12yes
1st Feb 12kok tangannya item yaaa bro...
Tukeran link yuk!
(Masukan blog kamu disini!)